Masa putih abu, masa yang kuharapkan
Disini kutemukan kau, kau yang telah menjadi fokusku
Kesempurnaanmu yang membuat hatiku ikut melenguh untuk selalu menatapmu
Entah sejak kapan lensa itu tertuju padamu?
Entah sejak kapan langkah ini mengiringi langkahmu?
Entah sejak kapan senyum ini mengikuti senyummu?
Dan entah sejak kapan duniaku teralihkan?
Aku tak ingin mengingatnya, cukup dengan kau masih nampak
Aku masih bisa menatapmu
Masih bisa melihat senyummu, tawamu, suara, dan dirimu
Cukup bagiku, sudah menyerah untuk mengharap genggamanmu
Cukup aku yang melihatmu, tidak kau
Bukankah wajar jika aku menyukai kau yang bagai rembulan diantara jutaan bintang
Aku tak khawatir kau kan mengetahuiku, karena itu tak akan terjadi
Bukan tak akan pernah? mungkin tidak untuk waktu ini
Biarlah dirimu yang memiliki sinar paling terang
Dan biarlah mereka yang berusaha bersinar terang dihadapanmu
Aku? aku akan meredupkan sinarku
Lagipula aku hanya seorang penguntit
Dusta, jika kukatakan aku tak pernah mengharap dirimu
Tapi sungguh, aku lebih suka memandangimu dari sini
Dari tempat yang tak pernah kau sadari(:
From
My heart